News
News - Sunday, November 1, 2009 2:32 - 0 Comments
Musik Kolintang Masuk Buku Rekor Dunia – Kolintang dan Musik Bambu Menakjubkan
Tondano, Kompas – Musik kolintang dan musik bambu yang tumbuh dan berkembang di Minahasa, Sulawesi Utara, lalu berkembang ke seluruh wilayah Tanah Air tercatat dalam buku rekor dunia, The Guinnes Book World of Records. Dua seni tradisi itu dimainkan secara massal di Stadion Maesa, Tondano, Sulawesi Utara, Sabtu (31/10).
Pentas massal untuk pertama kali itu dilakukan oleh lebih dari 3.000 orang. Selain itu, juga dipamerkan perangkat kolintang dan musik bambu berukuran raksasa.
Sertifikat pengakuan Guinnes World Records (GWR) diserahkan perwakilan lembaga tersebut, Lucia Sinigagliesi, kepada pemrakarsa pergelaran, Benny J Mamoto, Direktur Institut Seni Budaya Sulawesi Utara. Sertifikat selanjutnya diserahkan kepada Bupati Minahasa, Vreeke Runtu.
Penyerahan sertifikat didahului dengan penghitungan jumlah pemain dan ukuran perangkat yang disyaratkan GWR, diikuti persembahan lagu ”Aki Tembo- temboan” dan ”Minahasa Kina Toanku” dengan iringan kolintang, dan lagu ”Mangemo Sako” dengan iringan musik bambu.
Hasil penghitungan tim GWR dan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara menunjukkan, jumlah pemain kolintang dan perangkatnya melebihi dari yang dipersyaratkan, yakni 1.223 orang. Untuk musik bambu, jumlah pesertanya bahkan mencapai 3.011 orang. Jumlah yang dipersyaratkan adalah minimal 1.000 orang untuk kolintang dan 1.000 orang untuk musik bambu.
Adapun ukuran raksasa kolintang yang terbuat dari kayu cempaka adalah panjang 8 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2 meter, berat 3,168 kilogram, dan volume bahan 13,7 meter kubik. Musik bambu yang berupa terompet seng klarinet berukuran panjang lengkung/lingkar dalam hingga luar 4-32 meter, diameter mulut 6 meter, dan tinggi 8 meter. Terompet itu terbuat dari stainless steel, sebagai modifikasi dan pengembangan bahan dari bambu. Alat musik tiup dari bahan asli bambu turut disertakan mengiringi lagu persembahan.
Menakjubkan
Lucia Sinigagliesi mengungkapkan, hasil penelitian tim GWR yang berkantor di London, Inggris, menunjukkan, instrumen, melodi, dan irama kolintang dan musik bambu di Indonesia belum ada yang menyamai di dunia. GWR mencatat kolintang dan musik bambu sebagai wujud seni tradisi yang menakjubkan dunia. (nar/zal)
Sumber http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/11/01/0336235/musik.kolintang.masuk.buku.rekor.dunia
- Konser launching SOL-Project digelar di Bentara Budaya
- Suarasama di Hitam Putih World Music Festival 2008
- Persembahan World Music untuk bumi di 6th Hitam-Putih World Music Festival 2008
- “Kua Etnika” dan “Ulu Chandra” di Festival Darwin
- Ancol World Music 2007
- Bagdad Spirit dan Sawung Jabo Meriahkan SIEMFC
- Banyak Kekayaan Budaya Indonesia Hilang
- Djaduk Magnet Penutupan SIEMFC
- Gerai Kuliner Ramaikan Festival Musik Etnik Solo
Most Popular Content
- Musik Kolintang Masuk Buku Rekor Dunia – Kolintang dan Musik Bambu Menakjubkan
- Festival Musik Bambu Nusantara 3 – Bambu Bukan Musik Ladang
- “Awakening Concert” oleh diDDI AGHEPE dkk. di Teater Salihara
- Konser launching SOL-Project digelar di Bentara Budaya
- Sambasunda tampil di Bentara Budaya Jakarta
- Suarasama di Hitam Putih World Music Festival 2008
- Persembahan World Music untuk bumi di 6th Hitam-Putih World Music Festival 2008
- “Kua Etnika” dan “Ulu Chandra” di Festival Darwin
- Dji Sam Soe Super Premium Java Jazz Festival 2008
- Ancol World Music 2007
- Musik Etnik Memiliki Energi dan Nilai
- please click my website, thanks...
- wah jd inget masa lampau, dalam buat group B aj lah....
terutama nak 2bdg!!...
- wow, great event... ;-)...
- salam kenal juga,. . ....
- inilah website yang paling ditunggu khalayak pecinta world music nasional dan in...
- Sukses Buat Suarasama. Sukses juga Buat Bang Irwansyah, Ka Rithaony, Andre, Epen...
- Cosa nostra ingin mengucapkan jutaan terima kasih kepada Malay Music Institute (...
- assalamu "alaykum, salam sejahtera dan salam budaya... kami memiliki grup musik ...