Review - Written by admin on Tuesday, June 12, 2007 18:44 - 0 Comments

SOL Indonesia – La Nueva Inspiracion

Komposisi:
1. Benci Tapi Rindu
2. Bajing Luncat
3. Jangkrik Genggong
4. Gantengnya Pacarku
5. Anju Ahu
6. Tua-tua Keladi
7. Cahaya Bulan
8. Gantengnya Pacarku (English version)
9. Tua-tua Keladi (Spanish version)

Musisi :
Rudi Octave: piano
Selly: vocal
Faiser Florez: percussion
Edy Waluyo: flute
Lilik: Keroncong (track 7)
Korem Sihombing: suling batak, hasapi (track 5)

Salseros Indonesia terbentuk tahun 2003 sebagai komunitas pecinta salsa di Indonesia. Dengan Art Director dari Cuba, Rodolfo Salas yang akhirnya membuka satu kelas dansa khusus latin, terutama salsa. Awal mulanya, Solseros Indonesia tidak ingin membuat orang terkenal melainkan hanya komunitas yang menghubungkan sesama pecinta salsa dengan pecinta salsa lainnya dimana anggota Salseros Indonesia datang dari pelbagai macam dan ragam latar belakang baik, karyawan, kalangan professional, pelajar/mahasiswa juga instruktur.

Pada bulan Juli 2006, Salseros Indonesia Production menghasilkan grup latin Indonesia yaitu SOL Project dan memperkenalkan album pertama mereka ‘Indonesia…La Nueva Inspiracion’

Isi album ini sangat menarik, sangat menggangu syaraf untuk bergoyang mengikuti irama latin salsa yang groovy dan etnik. Album ini berisikan 9 lagu asli Indonesia yang diambil dari genre beragam dari pop sampai lagu tradisional dan keroncong tapi yang membuat album ini menjadi sangat menarik adalah masuknya gaya latin yang sangat kental dan membaur dengan lagu khas Indonesia tanpa menghilangkan ciri aslinya.

Pada pada akhir 80-an mungkin kita masih ingat lagu Anggun C Sasmi dengan hits populernya saat itu, Tua-tua Keladi.ini adalah lagu pop yang mengandung sedikit unsur rock didalamnya. Anda akan menikmati dengan mungkin berpura-pura sedang memetik gitar gaya rock tapi SOL Indonesia memutar gaya menikmati lagu ini menjadi goyangan ala latin. Tidak hanya itu saja, lagu yang sama ditampilkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, komposisi sama hanya bahasa penyampaian yang berbeda. Ini satu nilai lebih yang bisa saja membawa album ini ke ajang Internasional.

Walaupun lagu-lagu ini sudah digubah habis-habisan menjadi latin, tapi tidak menghilangkan unsur asli dalam penyampaian lagu ke telinga pendengar. Ambil saja lagu “Cahaya Bulan”, gaya keroncong masih terdengar jelas dan tetap enak untuk dinikmati. “Bajing Loncat” juga tidak kehilangan identitasnya, tarik suara sang vokalis utama masih merepresentasikan gaya etnik jawa dalam tatanan musik Amerika Selatan. Instument brass memberikan power tambahan dalam lagu “Benci Tapi Rindu”, permainan perkusi sangat padan dengan alur dasar lagu.

Aransemen lagu-lagu di album ini unik, mempunyai karakter kuat, multilingual, ragam dan kaya dengan unsur dinamis. Anda suka dansa salsa? Atau suka semua lagu gaya latin? Atau malah hanya suka lagu jawa/keroncong? Jangan ragu untuk mengambil satu CD ini dari rak CD di toko kesayangan anda karena anda akan mendapatkan lebih dari yang anda mau.

Reviewed by Alexander



Leave a Reply

Comment

Most Popular Content